TUGAS REKAYASA PERANGKAT LUNAK SLDC
Pengertian Waterfall
January 23, 2013
Waterfall sebagai model rekayasa
perangkat lunak
Permodelan dalam suatu perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan
di tahapan awal. Di dalam suatu rekayasa perangkat lunak, sebenarnya masih
memungkinkan tanpa melakukan permodelan. Hal ini tidak dapat lagi dilakukan
dalam suatu industri perangkat lunak.
Permodelan dalam perangkat lunak merupakan suatu yang harus dikerjakan di
bagian awal rekayasa, dan permodelan ini akan mempengaruhi pekerjaan-pekerjaan
dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
Waterfall model pertama kali diperkenalkanoleh Winston Royce tahun 1970.
Waterfall Model merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang
linier. Output dari setiap tahap merupakan input bagi tahap berikutnya.
Pengertian Water fall
model
Water fall model adalah salah satu model pengembangan software, dimana
kemajuan suatu proses dipandang sebagai terus mengalir ke bawah seperti air
terjun.
Tahap – tahap pengembangan waterfall
model adalah :
1. Analisis dan definisi persyaratan
Pelayanan, batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user.
2. Perancangan sistem dan perangkat lunak
Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan
3. Implementasi dan pengujian unit
Perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program
4. Integrasi dan pengujian sistem
Unit program diintegrasikan atau diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sitem telah terpenuhi
5. Operasi dan pemeliharaan
Merupakan fase siklus yang paling lama. Sistem diinstall dan dipakai. Perbaikan mencakup koreksi dari berbagai error, perbaikan dan implementasi unit sistem dan pelayanan sistem.
1. Analisis dan definisi persyaratan
Pelayanan, batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user.
2. Perancangan sistem dan perangkat lunak
Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan
3. Implementasi dan pengujian unit
Perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program
4. Integrasi dan pengujian sistem
Unit program diintegrasikan atau diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sitem telah terpenuhi
5. Operasi dan pemeliharaan
Merupakan fase siklus yang paling lama. Sistem diinstall dan dipakai. Perbaikan mencakup koreksi dari berbagai error, perbaikan dan implementasi unit sistem dan pelayanan sistem.
Pemodelan Waterfall
Sejarah Model Waterfall
Model Waterfall ini awalnya ditemukan oleh Winston W. Royce pada tahun
1970 . Dia menulis sebuah artikel ilmiah yang berisi pandangan pribadinya pada
pengembangan perangkat lunak . Pada paruh pertama dari artikel, ia membahas
sebuah proses yang dia sebut ” megah ” . Dia bahkan menggambar sosok model ,
dan lain yang menunjukkan mengapa hal itu tidak bekerja ( karena persyaratan
selalu berubah ) . Model ini adalah air terjun . Dia menggunakannya sebagai
contoh dari proses yang sama sekali tidak bekerja. Di paruh kedua artikel ia
menggambarkan proses berulang-ulang bahwa ia dianggap jauh lebih baik .
Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap requirement. Berikut gambar model waterfall.
Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap requirement. Berikut gambar model waterfall.
Pengertian Waterfall
Waterfall adalah suatu metodologi pengembangan perangkat lunak yang mengusulkan
pendekatan kepada perangkat lunak sistematik dan sekuensial yang mulai pada
tingkat kemajuan sistem pada seluruh analisis, design, kode, pengujian dan
pemeliharaan.
Keuntungan Waterfall
- Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik.
Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak
terfokus pada tahapan tertentu.
- Document pengembangan system sangat terorganisir,
karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke
fase berikutnya. Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai
dokumen tertentu.
- Metode ini masih lebih baik digunakan
walaupun sudah tergolong kuno, daripada menggunakan pendekatan
asal-asalan. Selain itu, metode ini juga masih masuk akal jika kebutuhan
sudah diketahui dengan baik.
Kelemahan
Waterfall
- Diperlukan majemen yang baik, karena proses
pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya
suatu produk.
- Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika
tidak diketahui sejak awal pengembangan yang berakibat pada tahapan
selanjutnya.
- Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara
eksplisit sehingga tidak dapat mengakomodasi ketidak pastian pada saat awal
pengembangan.
- Pelanggan harus sabar, karena pembuatan perangkat
lunak akan dimulai ketika tahap desain sudah selesai. Sedangkan pada tahap
sebelum desain bisa memakan waktu yang lama.
- Pada kenyataannya, jarang mengikuti urutan
sekuensial seperti pada teori. Iterasi sering terjadi menyebabkan masalah
baru.
MODEL WATERFALL
Tahapan atau fase model waterfall
Ini adalah gambar tahapan atau fase yang paling umum
tentang model waterfall
Akan tetapi Roger S.
Pressman memecah model ini menjadi 6 tahapan meskipun secara garis besar sama
dengan tahapan-tahapan model waterfall pada umumnya
Tahap Pengembangan Waterfal
Tahap – tahap pengembangan waterfall model adalah :
Analisis dan definisi persyaratan Pelayanan,
batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user.Perancangan
sistem dan perangkat lunak Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara
keseluruhan.Implementasi dan pengujian unit Perancangan perangkat lunak
direalisasikan sebagai serangkaian program.Integrasi dan pengujian sistem Unit
program diintegrasikan atau diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin
bahwa persyaratan sitem telah terpenuhi Operasi dan pemeliharaan
Merupakan fase siklus yang paling lama. Sistem diinstall dan dipakai. Perbaikan
mencakup koreksi dari berbagai error, perbaikan dan implementasi unit sistem
dan pelayanan sistem.
Permasalahan Yang Ada Di
Pengembangan Waterfal
Sebagai akibat dari biaya pembuatan dan persetujuan
dokumen, iterasi menjadi mahal dan melibatkan pengerjaan ulang yang signifikan.
Dengan demikian, setelah sejumlah iterasi kecil, normal membekukan bagian dari
pengembangan seperti spesifikasi. Masalah-masalah dikesampingkan, diabaikan
atau dihindari untuk pemecahan kemudian. Pembekuan persyaratan dini ini bisa
berarti bahwa sistem tidak dapat melakukan seperti yang diinginkan user.
Sistem memiliki struktur yang buruk jika masalah
perancangan dihindari dengan trik implementasi. Dengan demikian pada fase akhir
perangkat lunak digunakan, error dan penghapusan persyaratan perangkat lunak
yang asli akan ditemukan.
Terjadinya pembagian proyek menjadi tahap-tahap yang
tidak fleksibel. Komitmen harus dilakukan pada tahap awal proses dan akan sulit
bagi perekayasa untuk menanggapi perubahan persyaratan pelanggan.
V – MODEL
1. Pengertian Model V
Model ini merupakan perluasan dari model waterfall. Disebut sebagai
perluasan karena tahap-tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model
waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka
dalam model V proses dilakukan bercabang. Dalam model V ini digambarkan
hubungan antara tahap pengembangan software dengan tahap pengujiannya.
Sumber :
http://apriy68.blogspot.co.id/2014/11/penjelasan-waterfall-v-model-dll.html
Prototyping perangkat lunak
Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas
Prototyping perangkat lunak (software
prototyping) atau siklus hidup menggunakan protoyping (life
cycle using prototyping) adalah salah satu metode siklus
hidup sistem yang didasarkan pada konsep model bekerja (working
model).[1] Tujuannya adalah mengembangkan
model menjadi sistem final. Artinya sistem akan dikembangkan lebih cepat
daripada metode tradisional dan biayanya menjadi lebih rendah.[1] Ada banyak cara untuk
memprotoyping, begitu pula dengan penggunaannya.[1] Ciri khas dari metodologi adalah
pengembang sistem (system developer), klien, dan pengguna dapat melihat dan melakukan
eksperimen dengan bagian dari sistem komputer dari sejak awal proses
pengembangan.[1]
Dengan prototype yang terbuka, model sebuah sistem
(atau bagiannya) dikembangkan secara cepat dan dipoles dalam diskusi yang
berkali-kali dengan klien.[1] Model tersebut menunjukkan kepada
klien apa yang akan dilakukan oleh sistem, namun tidak didukung oleh rancangan
desain struktur yang mendetil.[1] Pada saat perancang dan klien
melakukan percobaan dengan berbagai ide pada suatu model dan setuju dengan
desain final, rancangan yang
sesungguhnya dibuat tepat seperti model dengan kualitas yang lebih bagus.[1]
Protoyping membantu dalam menemukan kebutuhan di tahap
awal pengembangan, terutama jika klien tidak yakin dimana masalah berasal.[1] Selain itu protoyping juga berguna
sebagai alat untuk mendesain dan memperbaiki user interface – bagaimana sistem akan terlihat
oleh orang-orang yang menggunakannya.[1]
Salah satu hal terpenting mengenai metodologi ini,
cepat atau lambat akan disingkirkan dan hanya digunakan untuk tujuan dokumentasi.[1] Kelemahannya adalah metode ini
tidak memiliki analisis dan rancangan yang mendalam yang merupakan hal penting
bagi sistem yang sudah kokoh, terpercaya dan bisa dikelola.[1] Jika seorang pengembang memutuskan
untuk membangun jenis prototipe ini, penting untuk memutuskan kapan dan
bagaimana ia akan disingkirkan dan selanjutnya menjamin bahwa hal tersebut
telah diselesaikan tepat pada waktunya.[1]
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Prototyping_perangkat_lunak
CONTOH MODE PROTOTYPING
PROTOTYING
Adalah merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat salingbberinteraksi selama proses pembuatan sistem.Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan.Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian
atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah ditentukan.
Adalah merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat salingbberinteraksi selama proses pembuatan sistem.Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan.Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian
atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah ditentukan.
Tahapan-tahapan Prototyping
Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:
1. Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat
lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan
dibuat.
2. Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus
pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format
output).
Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:
1. Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat
lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan
dibuat.
2. Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus
pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format
output).
Jenis Prototype :
Jenis I : Suatu Sistem yang akan menjadi
sistem operasional
Jenis II : Suatu model yang dapat
dibuang yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional.
PROTOTYPING
Keunggulan prototyping adalah:
1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
3. Pelanggan berperan aktif dalam
pengembangan sistem
4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem
4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem
5. Penerapan menjadi lebih mudah
karena pemakaian mengetahui apa yg diharapkan
Kelemahan prototyping adalah :
1. Pelanggan kadang tidak melihat atau
menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat
lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk
jangja waktu lama.
2. Pengembang biasanya ingin cepat
menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman
yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan
lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem.
3. Hubungan pelanggan dengan komputer yg
sediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yg baik.
SPIRAL MODEL
Spiral model dibagi
menjadi beberapa framework aktivitas, yang disebut dengan task regions.
Kebanyakan aktivitas2 tersebut dibagi antara 3 sampai 6 aktivitas.Berikut
adalah aktivitas –aktivitas yg dilakukan dalam spiral model:
·
Customer
communication. Aktivitas
yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif antara developer dengan
user / customer
·
Planning. Aktivitas perencanaan ini
dibutuhkan untuk menentukan sumberdaya, terutama mengenai kebutuhan dari customer
·
perkiraan
waktu pengerjaan, dan informasi lainnya yg dibutuhkan untuk pengembangan
software.
·
Analysis
risk. Aktivitas
analisis resiko ini dijalankan untuk menganalisis
·
Engineering. Aktivitas yang dibutuhkan untuk
membangun 1 atau lebih representasi dari aplikasi secara teknikal
·
Construction
& Release. Aktivitas
yang dibutuhkan untuk develop software, testing, instalasi dan penyediaan user
/ costumer support seperti training penggunaan software serta dokumentasi
seperti buku manual penggunaan software.
·
Customer
evaluation. Aktivitas
yang dibutuhkan untuk mendapatkan feedback dari user / customer berdasarkan
evaluasi mereka selama representasi software pada tahap engineering maupun pada
implementasi selama instalasi software pada tahap construction and release
Berikut adalah gambar dari
spiral model secara umum :
Satu lingkaran dari
bentuk spiral pada spiral model dibagi menjadi beberapa daerah yang disebut
dengan region. Region tersebut dibagi sesuai dengan jumlah aktivitas yang
dilakukan dalam spiral model. Tentunya lingkup tugas untuk project yang kecil
dan besar berbeda. Untuk project yang besar, setiap region berisi sejumlah
tugas-tugas yang tentunya lebih banyak dan kompleks daripada untuk project yang
kecil. SE berjalan dari inti spiral berjalan mengitari sirkuit per sirkuit. Sebagai
contoh untuk sirkuit pertama dilakukan untuk pembangunan dari spesifikasi dari
software dengan mencari kebutuhan dari customer. Untuk sirkuit pertama harus
menjalani semua aktivitas yang didefinisikan. Setelah 1 sirkuit terlewati
lanjut ke tugas selanjutnya misalnya membangun prototype.
MODEL SPIRAL
Kelebihan model spiral:
1.Dapat
disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak
komputer.
2.Lebih
cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
3.Pengembangan
dan pemakaian dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resik setiap evolusi karena
perangkat lunak terus bekerja selama proses.
4.Menggunakan
prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan didalam
evolusi produk.
5.Tetap
mengikuti langkah – langkah dalam siklus kehidupan
Kelemahan model Spiral:
1.Sulit
untuk mmeyakinkan pelanggan bahwa penndekatan evolusionner ini bisa dikontrol.
2.Memerlukan
penaksiran resiko yg masuk akal dan akan menjadi masalah yg serius jika mayor
tidak ditemukan dan diatur.
3.Butuh
waktu lama mayor tidak ditemukan dan diatur.
Sumber :
http://saifulmubin.blogspot.co.id/2011/02/model-spiral.htmlbe t
Ss
S
ereaksi terhadapembangan dan pemann
Kelemahan Model Spiuhueir
RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)
Rapid
Application Development (RAD) adalah
strategi siklus hidup yang ditujukan untuk menyediakan pengembangan yang jauh
lebih cepat dan mendapatkan hasil dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan
dengan hasil yang dicapai melalui siklus tradisional (McLeod, 2002). RAD
merupakan gabungan dari bermacam-macam teknik terstruktur dengan teknik prototyping dan teknik pengembangan joint application untuk mempercepat pengembangan
sistem/aplikasi (Bentley, 2004). Dari definisi-definisi konsep RAD ini, dapat
dilihat bahwa pengembangan aplikasi dengan menggunakan metode RAD ini dapat
dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat.
RAD
Model RAD mengadopsi model waterfall dan
pembangunan dalam waktu singkat yang dicapai dengan menerapkan :
1. Component based
construction ( pemrograman berbasis komponen bukan prosedural).
2. Penekanan pada
penggunaan ulang (reuse) komponen perangkat lunak yang telah ada.
3. Pembangkitan kode
program otomatis/semi otomatis.
4. Multiple team (banyak
tim), tiap tim menyelesaikan satu tugas yang selevel tetapi tidak sama.
Banyaknya tim tergantung dari area dan kompleksitasnya sistem yang dibangun.
Beberapa hal (kelebihan dan kekurangan)
yang perlu diperhatikan dalam implementasi pengembangan menggunakan model
RAD :
1. Model RAD memerlukan
sumber daya yang cukup besar, terutama untuk proyek dengan skala besar.
2. Model ini cocok untuk
proyek dengan skala besar.
3. Model RAD memerlukan
komitmen yang kuat antara pengembang dan pemesssan, bahkan keduanya bisa
tergabung dalam 1 tim
4. kinerja dari perangkat
lunak yang dihasilkan dapat menjadi masalah manakala kebutuhan-kebutuhan diawal
proses tidak dapat dimodulkan, sehingga pendekatan dengan model ini kurang
bagus.
5. sistem yang tidak bisa
dimodularisasi tidak cocok untuk model ini.
6. penghalusan dan
penggabungan dari beberapa tim di akhir proses sangat diperlukan dan ini
memerlukan kerja keras.
7. proyek bisa gagal
karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi
8. risiko teknis yang
tinggi juga kurang cocok untuk model ini.
RUP
Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas
Fase dan disiplin
dalam RUP
RUP, singkatan dari Rational
Unified Process, adalah suatu kerangka kerja proses pengembangan perangkat lunak iteratif yang
dibuat oleh Rational Software, suatu divisi
dari IBM sejak 2003. RUP bukanlah
suatu proses tunggal dengan
aturan yang konkrit, melainkan suatu kerangka proses yang dapat diadaptasi dan
dimaksudkan untuk disesuaikan oleh organisasi pengembang dan tim proyek perangkat lunak yang akan
memilih elemen proses sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sejarah
RUP merupakan produk proses perangkat lunak yang
awalnya dikembangkan oleh Rational Software. Rational Software diakuisisi oleh
IBM pada Februari 2003. Produk ini memuat
basis-pengetahuan yang bertautan dengan artefak sederhana disertai deskripsi
detail dari beragam aktivitas. RUP dimasukkan dalam produk IBM Rational Method
Composer (RM C) yang memungkinkan untuk kustomisasi proses.
Dengan mengombinasikan pengalaman dari banyak
perusahaan, dihasilkan enam praktik terbaik untuk rekayasa perangkat lunak
modern:
1. Pengembangan iteratif,
dengan risiko sebagai pemicu iterasi primer
2. Kelola persyaratan
3. Terapkan arsitektur
yang berbasis komponen
4. Visualisasikan model
perangkat lunak
5. Secara kontinyu,
verifikasi kualitas
6. Kendalikan perubahan
RUP (Rational Unified Process)
Metodologi Rational Unified Process
(RUP). Metode RUP merupakan metode pengembangan kegiatan yang berorientasi pada
proses. Dalam metode ini, terdapat empat tahap pengembangan perangkat lunak
yaitu:
Inception :
Pada tahap ini pengembang mendefinisikan
batasan kegiatan, melakukan analisis kebutuhan user, dan melakukan
perancangan awal perangkat lunak (perancangan arsitektural dan
use case). Pada akhir fase ini, prototipe perangkat lunak versi Alpha harus
sudah dirilis
Elaboration :
Pada tahap ini dilakukan perancangan
perangkat lunak mulai dari menspesifikasikan fitur perangkat lunak hingga
perilisan prototipe versi Betha dari perangkat lunak.
Construction :
Pengimplementasian rancangan perangkat
lunak yang telah dibuat dilakukan pada tahap ini. Pada akhir tahap ini,
perangkat lunak versi akhir yang sudah disetujui administrator dirilis beserta
dokumentasi perangkat lunak.
Transition :
Instalasi , deployment dan sosialisasi
perangkat lunak dilakukan pada tahap ini.
Sumber : http://cccoffe.blogspot.co.id/2014/09/rdp-rational-unified-process.html







Komentar
Posting Komentar